In Digital Marketing

2018 Indonesia Digital Transformation Considerables


Selamat tahun baru 2018!

Libur telah usai, hari-hari pertama bekerja pun kembali dimulai. Industri kembali bergejolak, mencoba memberi arti untuk berinovasi. 

Kita telah melewati berbagai macam trend dan ragam peristiwa selama tahun 2017. Sebagian momen kita telah prediksi, sebagian lainnya, muncul sebagai kejutan. Ada yang membahagiakan, ada juga nan melahirkan duka. Dari kids zaman now yang sudah mengenal cinta remaja sejak usia sekolah, kelucuan ceritera-berita hoax, apps economy, kritik pedas dari youtuber, despacito, fidget spinner, rontoknya kejayaan department store, hingga ramainya ketertarikan untuk mempelajari pengetahuan digital.

Hal-hal ini terjadi bukan tanpa sebab. Munculnya teknologi-teknologi baru, berkembangnya lingkungan digital nan semakin matang, hingga bertumbuhnya kesadaran kita sebagai pelaku, pembaca, peminat, pengamat dan pemasar digital untuk memanfaatkan ruang digital dengan lebih maksimal.

Jika di tahun 2017 kita ramai membicarakan perilaku generasi Millenials, maka di tahun 2018 kita bisa membicarakan generasi Z. Jika di tahun 2017 kita sibuk mendiskusikan bagaimana Millenials menoreh prestasi di dunia kerja, bagaimana gen Y ternyata juga tertarik dalam mengembangkan bisnis dan akhirnya dikenal sebagai Millenials Entrepreneur, maka di 2018 besar kemungkinan kita akan mendiskusikan bagaimana Gen Z akan berbicara mengenai data science. Ya, Anda tidak salah baca, dan saya tidak salah ketik. Saya menuliskan, Gen Z "berbicara" dan "data science". 

Mungkin sebagian dari Anda, pembaca, sudah mengetahui bahwa 2020 adalah era dimana Data Science akan berkembang pesat. Namun, yang sering kita lupakan, bahwa 2020 itu tinggal 2 tahun lagi. Tak terasa memang sebegitu cepatnya waktu berlalu. Jika di 2020 perkembangan bisnis sudah ditentukan oleh data secara digital, maka 2018 adalah era dimana setiap kegiatan bisnis sudah seharusnya memulai mendokumentasikan kegiatannya dengan baik.

2018 adalah era dimana Gen Z akan menjadi penentu bagaimana bisnis kita akan berkembang. Gen Z bukanlah karakter yang mudah terprovokasi oleh sembarang iklan. Lahir dengan melihat korupsi dan krisis terjadi di depan mata, dengan lingkungan yang hampir serba digital, terbiasa dengan "Google dulu dong" sebelum bertindak, mengenyam kurikulum pendidikan yang lebih berkembang, dan sebagian dari mereka, mungkin mempersiapkan diri untuk berkompetisi sebagai Data Scientist di 2020. 

Gen Z sangat percaya dengan "Experience is the best teacher" - karenanya, "experience" menjadi sesuatu hal yang "mewah" di mata mereka. Gen Z juga dikenal vokal dalam berpendapat. Kepercayaan, dibangun tidak hanya dalam bentuk komitmen, namun juga berdasarkan pengalaman. Google Zero Moment of Truth menjadi habbit mereka. Review menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan pembelian. Gen Z tidak lagi hanya akan membeli produk Anda, namun membeli value dari bisnis Anda. Bukan untuk konsumsi pribadi, namun untuk membuat dunia menjadi lebih baik.


Lalu bagaimana dengan peran Millenials/Gen X/Baby Boomer?

Seperti apakah peluang bisnis yang bisa dielaborasi dalam menghadapi tantangan di 2018?

Saya dan beberapa rekan mencoba untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan untuk menentukan peluang dalam kompetisi bisnis di 2018 dalam 1 whitepaper. 

Tak hanya banyak hal menarik yang kami temukan. Beberapa diantaranya memicu pemikiran kami untuk bertindak dan berinovasi lebih di tahun yang juga diprediksi para ahli sebagai tahun menguatnya perekonomian Indonesia. 

Dengan mendaftarkan diri Anda pada link berikut - Whitepaper 






Anda akan mendapatkan perspektif bisnis yang dapat membantu Anda membentuk wajah bisnis untuk memenangkan 2018. 

Tetap update dengan pemikiran-pemikiran terbaru, adalah resep sukses untuk setiap bisnis. Memasang mata kita untuk memantau perkembangan zaman melatih kita untuk tetap awas dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bisnis. 

Meski demikian, saya menyarankan agar Anda juga tetap melakukan riset tersendiri, menyesuaikan dengan kebutuhan dan scope bisnis yang Anda jalankan. Data, kini dapat menjadi salah satu fondasi untuk memprediksi strategi bisnis dengan lebih presisi.



Artificial Intelligence, Machine Learning, Experience Economy, E-commerce advancement, hanyalah sedikit dari sekian banyak peluang yang dapat kita olah untuk membuat bisnis kita standout dan memimpin pasar.

Selamat datang di tahun 2018 - The Year of Connecting Predictive Opportunities!





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Digital Analytic

Apa Itu Google Analytic? Berikut 5 Keunggulannya!





Sebagian besar pemain Digital Marketing / Internet Marketing, mungkin telah mengetahui apa dan bagaimana manfaat dari Google Analytic. Namun, bagaimana dengan Anda yang merupakan pelaku usaha menengah (UKM), baru memulai start-up company, atau baru mengalami transformasi korporasi dari sistem tradisional menuju digital ecosystem ?

Baik sebagai perseorangan maupun sebagai organisasi / perusahaan, saat memiliki sebuah website, kita tentu ingin mengetahui siapa dan bagaimana orang-orang yang akan menjadi audience atau konsumen kita mengenal identitas kita, menggali produk kita, hingga akhirnya memiliki koneksi dengan value yang kita tawarkan pada produk maupun brand kita. 

Google Analytic merupakan salah satu platform analitik dari Google, yang dapat membantu kita mengetahui insight bisnis tersebut. Michelle Robbins, Editor in Chief Marketingland.com menyebutkan, terdapat 50% dari 1 juta alamat web di seluruh dunia, menggunakan Google Analytic untuk mempelajari behavior dan market insight dari konsumen perusahaan.

Google sendiri mendeskripsikan Google Analytic sebagai "sistem yang membantu Anda menganalisis pengunjung dan trafik web, memberikan gambaran lengkap dari kebutuhan audiens dalam kegiatan apapun yang memberikan lead pada pembelian produk (purchase)".

Perlu diketahui, untuk mendapatkan analisis yang lengkap terhadap kegiatan pada website Anda, Google Analytic bukanlah satu-satunya platform yang ada. Anda dapat mengeksplorasi keunggulan dari platform analitik lainnya seperti Heatmap.me, CrazyEgg, hingga ClickHeat

Meski demikian, dengan Google Analytic Anda sudah mendapatkan 5 keunggulan utama yang bisa dimanfaatkan untuk menggali bagaimana konsumen Anda berinteraksi pada website yang Anda bangun. 

1. Prioritisasi Data



Menggunakan Google Analytic Dashboard, Anda dapat melihat ringkasan kegiatan yang dilakukan oleh pengunjung website Anda dan bagi Anda yang terbiasa mengolah data, Google Analytic juga menyediakan fitur filter - dimana Anda dapat menyaring data yang benar-benar Anda butuhkan untuk kemudian disesuaikan dengan KPI (Key Performance Indicator) yang akan Anda capai. 

2. Pantau Kampanye Iklan Lebih Terukur



Jika Anda menayangkan sebuah iklan pada layanan Google AdWords, Google Analytics juga bermanfaat untuk menganalisis efektfitas iklan AdWords yang dipasang di Google. Dengan Google Analytics, pengguna dapat mengetahui iklan dan kata kunci apa yang paling banyak merujuk ke situs web pengguna. Anda juga dapat melakukan segmented view - dimana Anda dapat memantau peningkatan trafik website melalui informasi dari sumber iklan, jaringan pay-per-click, email marketing, dan juga tautan yang terkandung dalam dokumen PDF.

3. Analisis Segmentasi Pasar


Ada banyak data yang dapat kita perhatikan pada Google Analytic, namun, jika kita ingin mengetahui siapa saja profil konsumen yang datang pada situs kita maka kita pun dapat melihatnya melalui analisis demografi berdasarkan Umur, Jenis Kelamin, Lokasi, Perangkat, hingga Ketertarikan/Minat yang dicarinya. 

4. Optimasi Konten Website



Oke, kita sudah yakin bahwa produk dan brand kita bagus, namun, apakah konsumen kita sudah mengetahui informasi produk kita sesuai dengan yang kita butuhkan? Menggunakan Google Analytic, kita juga dapat mengetahui apa saja konten yang dicari konsumen pada situs kita, apa yang mereka ketik pada search box dan apa saja langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk membuat konsumen lebih mengenal produk kita melalui website.

5. Mengetahui Performa Website Per Halaman



Dengan Google Analytic, kita tidak hanya mengetahui apa saja yang konsumen lakukan dan cari di website kita, namun kita juga bisa mengetahui halaman mana saja yang sering dikunjungi konsumen dan mana yang jarang dikunjungi konsumen. Dari sana, kita bisa mengetahui apa strategi yang tepat untuk mengarahkan konsumen ke halaman yang kita inginkan. 

Apapun kebutuhan bisnis Anda dalam menggali market insight, Google Analytic dapat memberikan informasi hampir dari seluruh insight yang Anda butuhkan. Hal ini dikarenakan Google Analytic mengolah data yang ia dapatkan melalui cookies yang dikonversi menjadi data pengguna yang berinteraksi melalui website Anda. (Untuk mengetahui lebih banyak terkait "Cookies" Anda dapat mengklik link berikut: Apa Itu Cookies)

Anda dapat memulai menganalisa web Anda dengan menempelkan tracking code (Javascript code) yang didapatkan pada saat Anda mendaftarkan akun pada Google Analytic. Jika website Anda memiliki lebih dari 1 halaman, maka disarankan untuk menempatkan tracking code ini ke setiap halaman web yang Anda miliki.

Google Analytic tidak hanya dapat membantu Anda mengetahui apa saja aktivitas pengguna pada website static / website corporate / product web, namun juga dapat membantu Anda menganalisis website e-commerce ataupun media online seperti Detik.com dengan data yang lebih relevan.

Jika Anda sudah terdaftar pada Google Analytic namun Anda masih merasa kebingungan untuk melihat data yang relevan pada akun Anda, Anda dapat menyimak tulisan saya berikutnya atau Anda dapat mengirimkan rincian pertanyaan Anda kepada saya melalui kontaksultan@merahputih.id

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Wanderlust

[Public Workshop Coverage] - Kiat Ubah Bisnis dari Tak Dianggap Jadi Terkenal





Salah satu kunci sukses bisnis adalah memahami metode pemasaran yang tepat sesuai dengan produk yang akan dijual.

Dream - Menghadapi perkembangan dunia usaha yang makin marak, banyak muslimah yang kini tertarik mencoba peruntungan terjun menjadi pebisnis. Begitu pula dengan langkah yang dilakukan komunitas hijabspeak yang rutin menggelar talkshow tentang bisnis.

Dijelaskan Fikhanza, selaku pendiri hijabspeak, komunitas ini telah berdiri sejak tiga tahun silam. Hingga kini komunitas yang terdiri dari para perempuan muda tersebut memiliki sekitar delapan ribu anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Namun, untuk anggota aktif dan banyak berkontribusi saat kopi darat  hanya berkisar antara 300 orang  dan berdomisili di Jakarta.

"Konsep komunitas ini berbagi sama empower bagaimana perempuan punya pengetahuan, skill dan akhirnya mampu memberdayakan perempuan-perempuan di sekitarnya," ungkapnya saat ditemui di Apartemen Menteng Square, Jakarta pada Minggu, 13 Desember 2015.

Meskipun mengusung nama hijabspeak, tapi komunitas yang berdiri pada September 2012 ini membuka kesempatan bagi perempuan nonmuslim yang ingin bergabung. Sehingga mampu menarik perhatian banyak orang untuk ikut memberikan sumbangsih.

" Dari semua kegiatan gathering dan talkshow kita manfaatkan volunter dan networking. Ternyata banyak orang yang ingin berbagi ilmunya, lalu kita ajak ikut serta," imbuh Fikha.

Pada kesempatan yang sama, hadir tiga pembicara profesional yang aktif berkecimpung di dunia bisnis. Dibuka dengan kelas sharing bersama Robby Zidna Ilman, sebagai pendiri IDEAS Indonesia. Seorang entrpreuner muda yang berhasil menciptakan inovasi dengan menanam jamur tiram melalui metode growbox.

Ia berharap setiap orang dapat mengikuti jejaknya. Sehingga dapat memulai usaha yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di sekitarnya.

" Bagaimana memulai usaha yang ada kampanyenya. Misal dengan cara ini, kita bisa mulai peduli juga dengan makanan yang kita konsumsi," jelas Roby menambahkan.

Acara berlangsung cukup seru, dan cukup santai. Para peserta banyak diberi kesempatan untuk bertanya jawab hingga benar-benar menguasi topik yang sedang dibicarakan.

Tak lama kemudian, disambung dengan materi mengenai digital marketing yang disampaikan oleh Sultan Isnainsyah, Digital Marketing Manager F&S Creative, Former Digital Manager Zalora Indonesia.

Di mana semua peserta yang hadir diajak memahami metode pemasaran yang tepat sesuai dengan produk yang akan dijualnya. " Yang paling penting dilakukan adalah memahami pasar atau market place baru menentukan produk apa yang akan dijual," ungkapnya melengkapi.

Terakhir, Afif Chandra Kusuma, Senior Art Director Red Square Asia membagi ilmunya mengenai brand desainer. " Agar nantinya produk Anda dari nothing jadi something dan customer itu loyal," pungkas Afif.

(Laporan: Ratih Wulan)

Source: Dream.co.id, Reporter : Dwi Ratih | Senin, 14 Desember 2015

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Wanderlust

[Public Workshop Coverage] - Menggali Lebih Jauh Kekuatan E-commerce



Jakarta, 27 April 2015  ─ Youth Empowering! (YEP!), sebuah organisasi non-profit yang bergerak dalam pemberdayaan pemuda, sukses menyelenggarakan What Drives You Hangout (WDY Hangout) yang ketiga dengan tema “Embracing The Power of E-Commerce” di Decorus - Kemang, Jakarta Selatan, hari Minggu kemarin. Menghadirkan Victor Delannoy, Managing Director Foodpanda Indonesia dan Sultan Isnainsyah, pemilik SketchMagz.com, WDY Hangout April berhasil menarik antusiasme 50 pemuda dari berbagai latar belakang untuk terus berinovasi dan mengembangkan bisnis e-commerce.

Dalam acara kali Ini, Victor berbagi tentang peluang dan tantangan e-commerce di Indonesia. “Jakarta dengan lebih dari 20 juta penduduk yang mempunyai penetrasi mobile tinggi merupakan pasar yang potensial untuk bisnis e-commerce. Namun, di era digital ini persaingan e-commerce semakin ketat, maka berinovasilah. Dengan inovasi, kita dapat mengidentifikasi permasalahan dan menemukan cara yang efisien untuk menjawab permasalahan tersebut,” ujar Victor.

Pada sesi kedua, Sultan membagi kisahnya mengapa ia tertarik dan terus konsisten menekuni dunia e-commerce. Diawali dengan keinginan kuat untuk menjadi sukses, ia terus mencari peluang dimana ia bisa mengembangkan diri. Perkembangan internet yang pesat membuatnya melihat suatu peluang yang menjanjikan, yaitu e-commerce. Ia pun terus berkecimpung di dunia digital hingga sukses mendirikan SkecthMagz.com dan kini menjadi Digital Marketing Consultant untuk berbagai perusahaan di Indonesia.

Berbicara tentang dunia e-commerce, Sultan mengatakan bahwa Ia masih sering menemui orang yang belum bisa membedakan antara e-commerce dan Social Media Marketing.

“Social Media adalah alat yang paling penting dalam suatu bisnis. Satu hal yang membedakannya dengan basis E-Commerce adalah adanya payment method yang memudahkan bagi konsumen”, kata Sultan.

Sama seperti WDY Hangout sebelumnya, peserta tidak hanya duduk diam, namun juga ditantang untuk melakukan sesuatu terkait dengan tema yang diangkat dalam sesi #tryperince. Kali ini, peserta yang dibagi dalam 4 kelompok ditantang untuk membuat startup plan berbasis e-commerce. Dengan antusias mereka berdiskusi untuk menemukan ide e-commerce baru.

“Kami ingin menciptakan kegiatan pemuda dengan nuansa baru. Tidak hanya sekedar seminar biasa, namun kami juga ingin memberi kesempatan mereka mempraktekkan langsung apa yang mereka dapat,” kata Ade Darmawansyah, Project Director What Drive You.

Tentang What Drives You (WDY)
WDY merupakan sebuah rangkaian program yang dirancang untuk memberikan pengalaman berharga dan membangkitkansemangat pemuda untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik dan terus melakukan hal positif agar mimpi-mimpinya terwujud. Dengan program ini diharapkan seluruh pemuda di Indonesia bisa saling menginspirasi dan memotivasi. Salah satu rangkaian acara WDY adalah WDY Hangout. Acara ini merupakan acara bulanan yang menghadirkan seorang pembicara dari kalangan muda untuk berbagi kisah tentang apa yang menggerakannya untuk meraih mimpi.

Tentang Youth Empowering! (YEP!)
Youth Empowering! (YEP!) merupakan organisasi non-profit yang bergerak dalam bidang pemberdayaan pemuda yang sudah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Repubik Indonesia. Berdiri sejak tahun 2009, YEP! senantiasa menginspirasi para pemuda dengan program-program kreatif dan inovatif. Tahun 2015, dengan mengusung konsep inklusivitas, YEP! mengajak seluruh pemuda dari berbagai latar belakang untuk saling menginspirasi melalui rangkaian program bernama “What Drives You”.
Facebook : YEP! Youth EmPowering!
Twitter : @youthempowering


Article Source: Era FM

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments