In Arts and Poetry

Rabb



















Rabb

Apa aku?

Kenapa aku?

Siapa aku?

Mereka berjuang,
kemudian mati,
kemudian hidup,
dan mati
dan hidup lagi
bersamaku

Namun, mereka tak butuh aku.

Kenapa?
Kenapa kau beri aku nafsu, ya rabb?

Sehingga akhirnya aku ingin seperti mereka.
Sehingga akhirnya aku ingin memiliki mereka
Ingin, ingin, dan sangat ingin
Menyatu dengan mereka yang tak pernah ku kenal sebelumnya
Mereka yang berbalut kehangatan kasih dan penuh cinta

Betapapun besarnya keinginanku untuk memiliki,

Itu hanya sebuah keinginan.

Entah kenapa

Dimanapun aku berada,

Aku tetaplah aku

Asing

Dan selalu bau pesing

Membuatku pusing

Tidak pernah tidak



Bah, tidak usah berisik kau orangtua!
Biarkan aku mengaduh pada Tuhanku!

Mengaduh pada yang Wujud namun tak berwujud
Mengaduh jiwa pada yang memberi nyawa,
Menumpah rasa pada yang Kuasa,
Melimpah asa pada dzat sepertinya tak punya rasa.

Biar ruhani ku segera berbalut dengan kelembutanNya
Menjadi satu Ruh denganNya
Menyatu di kedalaman ayat-ayat suciNya

Argh!! Bangsat!
Tidak pernah tidak!
Kau merusak hidupku!
Hidup yang kunikmati dalam setiap gerayangannya setiap malam
Bajingan!
Enyah Kau dari hadapanku,
Tuhan!

Sesungguhnya,
Hidup Ku tiada arti bagimu
Ya, Rabb.
Amin.

Sultan Isnainsyah
19 Mei 2009



Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar