In Arts and Poetry

Hanya Untukmu


“ulang tahun itu merah muda, cinta”

Jika kau bertanya kenapa, maka jawabannya adalah karena.

Kecerdasanku
Kekuatanku
Kekuasaanku
Kegagahanku
Kegaranganku
Kejantananku
Keangkuhanku
Ketajaman kata-kataku
Keburuk-rupaanku
Kegilaanku
Semua
tak berarti malam itu

Malam ke empat belas, bulan ke enam
Tidak keramat, namun bersejarah
Tidak sakral, namun vital

Membuat merahku memudar,
hatiku bergetar

Kau tahu betapa hinanya aku malam itu?

Bukan kebahagiaan
Bukan kebanggan
Bukan kejayaan
Bukan kesejahteraan
Bahkan bukan impian apalagi kerajaan.

Maafkan aku, jika hanya kehinaan dan ketidakberdayaan yang kau terima dariku

Maafkan aku, jika tak kuteteskan airmataku untukmu
Sesungguhnya airmataku telah habis, hanya darahmu yang tersisa padaku
Dan kini telah kunodai.

Jika kau tahu semua rahasiaku,
Maka kau paham berapa harga diriku
Dan aku masih hidup, hanya untukmu.

Di bawah kelam langit malam itu,
Ku duduk di hadapan sebuah kertas.
Kusam
Dekil
Penuh daki
Penuh lumpur
Penuh darah
Bau
Hina

Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu

Jika kau bertanya kenapa, maka jawabannya adalah karena.

Kurogoh silet dalam saku celanaku
Ku sayat lengan kiriku
Ku pecahkan bulir-bulir nadi drupadi itu
Ku teteskan tepat di atas kertas
Ku jadikan ia tinta
Hanya untuk kutulis sebuah kalimat dengan aroma yang tak’kan kau lupakan,



“Selamat Ulang Tahun, Ibu”




Sultan Isnainsyah
Depok, 14 Juni 2010
Tiada ruang ‘tuk menghindari masa lalu,
Hanya butuh satu kepalan ‘tuk mengejar masa depan.

0878 8053 4058
0815 195 171 58
FN: This beloved poem, inspired by my beloved brother's Film , "Kado Hari Jadi"-Paul Agusta - for Paul, Thanks a lot, brother. I will never forget that "vengeance is pink, my dear .. "



Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar