In Arts and Poetry

MABUK!!!

Dalam dunia penuh misteri

Aku tenggelam

Kekacauan

Pikiran

Kedamaian

Aku tersihir

Dalam lantunan nada ritmik

Chaos

Ketika cahaya melintasi jiwa dan pikiran

Aku mabuk!

Rejeksi
Aksepsi
Tempo
Irama menggila
Kelabu, biru,
Warna menyatu
Seliwer kata tak tahu makna
Tak bisa ku tembus
Tak bisa kuhadang

Kontrol!
Semua
Lewati batas nurani

Menuju satu titik

Chaos!

Di depanku
Tuts-tuts tua itu bergetar
Lompat!
Berontak!


Menuju satu jiwa
Tempat aku berada
Sedari awal
Titik awal.

Titik tiada arti, tanpa henti
Ia menyedotku ke dalam

Menyusuri ruang waktu
Tubuhku bergoyang

Abstraksi
Emosi
Buatku beraksi

Gegap panggung gempita
Haus rasa

Hidup kuasa!

Bebas
Vokal

Jiwaku mengalir dalam kedalaman rasa kuasa

Piano
Piano
Piano

Biarkan aku tersihir
Dalam lantunan piano

Piano hutan kehidupan

Piano jiwa.


Depok,
Sultan Kata Isnainsyah
07 Desember 2010



Related Articles

2 komentar:

  1. Kak sultan, kalau boleh aku komentar ya, menurut sudut pandang aku, kaka belum punya ciri khas tersendiri dalam menulis puisi dimana ciir khas tersebut dapat menjadi identitas bagi para sastrawan. nah, disini aku menemukan kejanggalan, kaka menggunakan sebuah kata dalam bahasa inggris "chaos", memang tampak sepele, namun kalau menurut aku, ada ketimpangan antara judul dengan isinya, alangkah baiknya kalau konsisten dengan 1 bahasa saja, seperti bahasa Indonesia saja atau bahasa Inggris saja.
    Terima kasih. Ditunggu tulisan-tulisan bermanfaat kaka selanjutnya ya. :)

    BalasHapus