In Movie Story

Welcome To The Future! - Sedikit Cerita Tentang Robot dan Masa Depan!


















Pernahkah anda mendengar kisah fiktif dari seorang novelist Inggris tentang televisi berjudul “The Last Lone Inventor”?  Novel ini memiliki nilai kontroversi yang dahsyat di zaman Revolusi Industri. Novel tersebut menceritakan perseteruan bisnis karena lahirnya teknologi baru, sebuah kotak berisi manusia yang bisa menyiarkan informasi dari jarak jauh. Seabad kemudian, teknologi bernama televisi pun muncul dan marak beredar di masyarakat. Perseteruan bisnis yang diceritakan dalam novel itu pun turut menjadi kenyataan. Banyak pengamat mengatakan, novel ini bukanlah sekedar novel atau mitos belaka, melainkan prediksi logis nan jenius!

Tidak hanya itu, beberapa teknologi lain seperti  Telepon Seluler, Kapal Selam, hingga iPad dan KINDLE yang kini telah memasuki pasar mainstream ternyata juga berawal dari imajinasi para novelis! Cerita-cerita itu sudah bermula sejak berabad-abad tahun silam.

Bagaimanakah halnya dengan teknologi robot?

Anda tentu ingat dengan Robocop dan Doraemon. Yap, mereka adalah cerita robot kita di masa kecil. Baru-baru ini film yang bertemakan kisah robot kembali terlihat marak dipasaran. Salah satu diantaranya adalah film yang sempat populer di era 80-an, Transformers. Sontak hampir seluruh penonton bioskop layar lebar di Indonesia membludak dan menahan nafas menantikan kehadiran kembali aksi Optimus Prime dalam film terbarunya Transformers : Dark of The Moon


Namun, tahukah anda? Ternyata, cerita tentang robot dan bahkan istilah “robot” pertama kali ditulis dalam novel oleh seorang sastrawan Amerika berkebangsaan Rusia bernama Isaac Asimov. 

Selain senang menulis karya fiksi ilmiah, Isaac juga berprofesi sebagai ahli biokimia Amerika Serikat. Secara total, Asimov menulis dan menyunting lebih dari 500 jilid surat  dan sekitar 90.000 kartu pos, karyanya terdapat dalam setiap kategori besar Sistem Desimal Dewey (sistem klasifikasi perpustakaan dengan sepuluh kategori besar yang diciptakan oleh Melvil Dewey) kecuali Filsafat. Melalui konsensus umum, dia dinobatkan sebagai raja genre fiksi ilmiah, dan bersama dengan Robert A. Heinlein dan Arthur C. Clarke, dianggap sebagai salah satu dari "Tiga Besar" penulis fiksi ilmiah sepanjang sejarah. Isaac juga merupakan anggota Mensa International, organisasi untuk orang-orang yang mempunyai IQ tinggi. Syarat satu-satunya untuk menjadi anggota Mensa adalah calon anggota mesti berada di 2% peringkat teratas dalam ujian kepandaian yang telah disetujui. Karya Isaac Asimov yang bersinggungan dengan robot diantaranya The Caves of Steel, The Naked Sun, The Robots of Dawn, dan Robots and Empire.



Dalam karyanya, Isaac Asimov menjabarkan hukum dasar sistem pemrograman robot yang dikenal dengan Three Laws of Robotics. Hukum ini muncul dalam ceritera pendeknya berjudul  “Runaround” (1942). Berikut isi dari Three Laws of Robotics:

 1.    A robot may not injure a human being or, through inaction, allow a human being to come to harm.
 2.    A robot must obey the orders given to it by human beings, except where such orders would conflict with the First Law.
 3.    A robot must protect its own existence as long as such protection does not conflict with the First or Second Laws.

Ketiga hukum dasar ini kemudian dimodifikasi oleh Asimov sendiri dengan menambahkan hukum ke “nol” (zeroth law) :

A robot may not harm humanity, or, by inaction, allow humanity to come to harm.
Dalam sebuah essay, Asimov kemudian menerjemahkan Hukum Dasar Robot ini dengan mengategorikan “robot” sebagai “tool” atau alat bantu :

1.    A tool must not be unsafe to use. Hammers have handles, screwdrivers have hilts.
2.    A tool must perform its function efficiently unless this would harm the user.
3.    A tool must remain intact during its use unless its destruction is required for its use or for safety

Asimov percaya bahwa ketiga hukum dasarnya mampu memberikan pandangan baru, bahwa “robot” bukan hanya sekedar ‘monster hidup’ atau ‘benda mati yang bisa dihidupkan’ seperti kisah hantu Frankeinstein. 

Dalam perkembangannya, prinsip Three Laws of Robotics kemudian menjadi inspirasi untuk meramu sebuah kisah robot, baik dalam bentuk novel, cerita pendek, komik, animasi, hingga film layar lebar oleh berbagai seniman. Bahkan, Asimov sendiri menciptakan kisah yang semakin menajamkan keberadaan hukumnya ini. I, Robot, mengisahkan pertentangan dan harmonisasi kehidupan robot dengan manusia berdasarkan Three Laws of Robotics. Novel dengan karakter robot utama bernama Sonny ini kemudian di angkat ke layar lebar berulang kali. Terakhir, film I, Robot diproduseri oleh John Davis, disutradarai Alex Proyas dan dibintangi oleh Will Smith pada tahun 2004.








Satu lagi film yang juga bersinggungan atau tepatnya terinspirasi oleh Three Laws of Robotics adalah Real Steel.  Film yang disutradarai Shawn Levy dan dibintangi Hugh Jackman ini menceritakan tentang perjalanan petinju kelas dunia yang pensiun ketika dunia pertunjukan tinju digantikan oleh para robot dengan berbagai sistem operasi yang semakin canggih. Real Steel merupakan produksi kolaborasi Touchstone Pictures dan DreamWorks Animation. 

Diceritakan Charlie Kenton (Hugh Jackman), petinju dunia yang hijrah ke dunia pertempuran antar robot ternyata malah kehilangan robotnya, kalah dipertarungan terakhirnya membuat Charlie harus bekerja sebagai promotor kecil, menghidupi dirinya dari pertarungan-pertarungan kecil yang tersembunyi

Max Kenton (Dakota Goyo) anak Charlie yang tadinya hidup terpisah dengannya sepeningalan sang istri, dikembalikan oleh pengadilan pernikahan ke pihaknya dikarenakan posisinya sebagai seorang ayah. Charlie dan Max kemudian bekerjasama untuk membuat dan melatih robot baru, memutuskan untuk kembali ke arena pertempuran para robot. 

Berikut Trailer Film Real Steel :



Seperti film robot kebanyakan, film ini juga memberikan “bumbu” cerita romantisme dan harmonisasi hubungan antara robot dengan manusia. Hal ini terlihat jelas saat Max Kenton menggali reruntuhan Atom (karakter robot utama) yang tenggelam tumpukan besi tua dan lumpur karena hujan. Tak hanya itu, dalam perjalanannya, Atom ternyata bukan sekedar rongsokan besi yang diadu domba untuk bertarung, ia malah bisa memahami dan mengerti kasih sayang yang ditanamkan Max kepadanya. 

Seperti halnya I, Robot, kisah dan pertempuran seru Real Steel semakin mempertegas posisi robot yang benar-benar memiliki eksistensi sebagai “benda mati” yang memiliki ‘nyawa’-nya sendiri dan memiliki nilai kemanusiaan. (A robot may not harm humanity…)

Dalam kehidupan nyata, sejak tahun 1954 penelitian tentang robot sudah dimulai. Pada tahun 2005, robot humanoid pertama di dunia, ASIMO diluncurkan oleh Honda dalam 2005 Expo di Perfektur Aichi, Jepang. Dengan tinggi 130 centimeter, dan berat 45 kilogram, robot yang juga dijuluki “small-astronaut” ini mampu berjalan pada kedua kaki dengan kecepatan hingga 6 km/jam.

Melihat fenomena perindustrian robot, David Langford (seorang pemerhati scifi dan hukum legal) pun menyarankan untuk menerjemahkan Three Laws of Robotics ke dalam ranah hukum formal sebagai berikut :

1.    A robot will not harm authorized Government personnel but will terminate intruders with extreme prejudice.
2.    A robot will obey the orders of authorized personnel except where such orders conflict with the Third Law.
3.    A robot will guard its own existence with lethal antipersonnel weaponry, because a robot is bloody expensive.

Dikarenakan permintaan produksi robot semakin membanjir, akhirnya beberapa businessman Amerika pun mendirikan perusahaan yang memfokuskan diri pada produksi robot, perusahaan tersebut bernama American Robotics. Mungkin ini akan menjadi perusahaan pertama yang memproduksi robot secara massal.  

Robocop, Astro Boy, Optimus Prime, Sonny, Atom dan Doraemon adalah imajinasi para komikus, seniman, sutradara, hingga animator. Berawal dari goresan tangan manusia, kini para robot ini tak lama lagi akan sangat logis dan masuk akal bisa hidup berdampingan dengan kita, manusia.  Persiapkanlah dirimu untuk memasuki abad baru ! 

Welcome to the future!

11 November 2011,
Sultan Kata Isnainsyah

Related Articles

11 komentar:

  1. pengetahuan baru (for me yap) :) thanks for sharing ;)

    BalasHapus
  2. makasih annisa, you have a very nice article, sist ^^

    BalasHapus
  3. hei mas, wah robotica. tapi di indonesia belum mencapai level seperti robot di atas - hanay sekadar implementasi robotic di dunai manufacture

    BalasHapus
  4. @saladine : betul. yang saya tuliskan di sini adalah pandangan global, apapun yang terjadi di Amerika biasanya akan jadi trendsetter dunia. Dan setidaknya Indonesia sudah ikut memulai dari sekarang ^^

    BalasHapus
  5. (bals kunjungan broo)

    betultu post di atas..
    tpi gw maunya di indonesia ngexpor robot TKRI ( tenaga kerja robot indonesia)

    kalo mo hukum pancung hukum aja tu robot :D

    BalasHapus
  6. keren kak postingannya ^-^ lumayan nambah pengetahuan nih hehe

    BalasHapus
  7. Akankah cerita novel dan film masa kini tentang robot akan dicerminkan pada masa depan? jadi gak sabar tuk tahu apa yang terjadi 100 tahun lagi :D

    BalasHapus
  8. dimasa depan robot kemungkinan besar akan mengancam eksistensi manusia, karena tiap hal yang muncul dalam penelitian robot bersumber dari penggalian2 bumi, ibu pertiwi. kita bisa ambil analogi bahwa manusia smstinya tidak tmak dgn mngeruk ibu pertiwi untuk kpntingannya, mnusia hndaknya mmanfaatkn apa yg disediakan oleh alam yang muncul dari dalam bumi, maka karenanyalah manusia akan trancam karena ktamaknnya sndiri, bisa dilihat dari persenjataan dlm perang dsb, semua hasil dari perut bumi bukan. slam untuk masa depan

    BalasHapus