In Media Sosial

Spesialis Media Sosial, Apa Itu?





Dewasa ini mulai banyak bermunculan perusahaan dan brand baik yang kecil maupun besar berlomba-lomba masuk ke dunia social media. Bukan hal yang baru sebenarnya, hanya saja karena intensitasnya yang semakin meningkat, masyarakat awam pun mulai melirik industry social media dan sedikit demi sedikit mulai memahaminya. Meskipun banyak juga yang belum mengerti.
Di sisi lain, untuk menggerakkan roda kegiatan social media (atau dikenal juga dengan istilah Media Sosial – MedSos) di Indonesia, mulai banyak juga bermunculan agensi-agensi dan atau perusahaan yang membuka lowongan sebagai social media specialist. Kebanyakan yang mengisi lowongan ini mulai dari mahasiswa yang mencari tempat magang/waktu kosong/sekedar menambah uang jajan.
Sebenarnya social media specialist ini pekerjaaan jenis apa sih? Kemudian apa serunya bidang kerja yang satu ini?
Serunya,
Semakin populernya situs media sosial berarti lebih banyak membutuhkan waktu kamu untuk “hadir” secara online. Menjadi spesialis media sosial juga membutuhkan investasi tertentu untuk pelatihan dan atau peralatan (device) yang mendukung. Kamu juga dapat memilih untuk berkonsentrasi pada niche (tematik spesifik) tertentu misal, fashion, music, film, kopi, dll. karena media sosial mencakup berbagai kehadiran hal secara online. Seru? Kalu niche-yang kamu dapet dari klien pas banget sama passion kamu pastinya seru banget. Kalau enggak? Itu tantanganmu buat bikin akun social media yang awalnya terlihat “gak asik” jadi seru. ^^
 Tantangannya,
Meskipun memiliki latar belakang yang kuat tentang bagaimana Internet bekerja, pengetahuan dasar, prinsip-prinsip pemasaran kadang canggih juga diperlukan. Sejak media sosial terus berkembang,kamu mungkin harus memperbarui pengetahuan dan kemampuan diri seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.

Meskipun media sosial mendapatkan popularitas di kalangan pengguna internet, masih ada beberapa perusahaan yang tidak mengerti kemampuannya. Inilah salah satu peran kamu dan tim social media lain di tempat kamu bekerja untuk membantu mereka meningkatkan penjualan dan/atau keberadaan mereka di mata masyarakat. Kamu mungkin harus mendidik mereka terlebih dahulu sebelum kamu mulai pitch/presentasi dengan calon klien kamu. Nah, di sini nih kamu nanti akan ketemu dengan berbagai macam karakter manusia. Mulai dari yang mudah mengerti sampai yang saklek to the max.

Nah, kalau di luar negeri, social media specialist itu digajinya per status yang dia post lho. ^^
Karena negara kita masih termasuk negara berkembang, tentunya hal ini belum bisa diterapkan sepenuhnya di Indonesia. Meski demikian, sudah banyak juga perusahaan-perusahaan yang sadar bahwa social media specialist ini bukan kerjaan main-main, sehingga memberikan payment/gaji yang sudah sepantasnya dianggap layak di negeri ini. ^^

Untuk bisa dihargai layak kamu tentu harus memiliki pemahaman mendasar seputar internet marketing which is kamu bisa googlong pdf-pdfnya –enak ya anak muda jaman sekarang hehe- ^^. Selain itu, kamu juga harus punya pemahaman seputar pengetahuan lain yang mendukung. Misalnya, jurnalistik dan atau copywriting. Karena di dunia social media kita berkomunikasi melalui tulisan, tentu kita harus terlatih menulis dan membaca banyak hal. Sehingga pada saat menangani akun tertentu nantinya kita bisa menciptakan komunikasi yang lebih interaktif dan efektif untuk akun tersebut.

Setelah mengetahui sedikit banyak tentang menjadi spesialis media sosial, berikut adalah beberapa tips tentang cara untuk memulai sebagai spesialis rumah berbasis media sosial.

Tentang Online Audiences (biasa disebut followers/fans)

Mungkin, mudah bagi kamu untuk mengumpulkan seribu pengikut di Twitter dalam semalam, namun, tujuan utama sebagai spesialis media social seharusnya tidak hanya mengumpulkan followers/fans sebanyak yang kamu bisa. Kita perlu menyusun dan mendiskusikan rencana tertentu – biasanya dengan social media director/strategist dan tim lainnya - agar audiens yang ditargetkan berdasarkan produk klien dapat mulai membicarakan produk dan atau jasa klien tersebut secara positif. Kamu bisa memulainya dengan menentukan audiens mana yang memiliki kesamaan minat, hobi dan niche yang sama dengan klien dan/atau akun yang kamu tangani.

Bangun Awarenessmu Sendiri

Kamu juga perlu membangun personal brandingmu sendiri di dunia online. Oh bukan, bukan untuk menjadi selebtwit ya. Begini, klien / agensi yang potensial, dewasa ini sudah mulai melakukan “stalking” tertentu terhadap akun media social calon karyawan / spesialis media social nya. Jika perusahaan tersebut melihat “personal brand” (citra diri) mu sudah disampaikan secara baik dan spesifik di media social, tentunya mereka tidak akan ragu lagi untuk memilih kamu sebagai pekerja mereka ^^

Banyak lho orang yang seringkali mengumpat kata-kata kasar di media social malah tidak diterima di perusahaan tempat ia melamar, meski CV dan prestasi nya “Amazing, Incredible dan Wonderful!”. Kalau pun ada perusahaan yang terlanjur menerimanya, bisa dipastikan umurnya di perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama. Selain itu, ketika agensi mempresentasikan strategi media sosialnya di hadapan klien, juga mempresentasikan spesialis-spesialis / admin-adminnya lho. Jadi kalau klienmu senang dengan hasil kerjamu, tidak menutup kemungkinan dia akan terus mengingat biodata kamu di media social dan sukur-sukur dapat kesempatan yang lebih baik. ^^

Untuk referensi personal branding kamu bisa baca-baca buku personal branding di toko buku. Atau googling dengan keyword “building personal branding through social media” – artikel yang keluar bahasa enggres sih, jadi agak pe’er juga buat yang kurang mengerti bahasa planet yang satu ini hehe.

Saya sendiri belajar hanya dari satu slide dan itu favorit saya yakni slidenya Fashion Blogger favorit kamu, Diana Rikasari : Personal Branding Through Blog



Perbanyak Jaringan

Seperti halnya jenis pekerjaan lainnya, menjadi spesialis media social kamu gak berarti musti duduk nangkringin internet 24 jam sehari. Kamu juga perlu waktu jalan-jalan kan? Nah, manfaatkan waktu senggangmu buat kenalan sama orang-orang yang punya pengaruh di media social. Misalkan menghadiri seminar mereka, terus minta kartu namanya. Siapa tahu jika projectmu goal, mereka bisa diajak untuk bekerjasama. Atau bahkan kalau kamu punya kesamaan minat dengan mereka, kamu bisa bikin project bareng mereka. Seru kan? ^^

Nah, sekian dulu tulisan saya hari ini. Kalau menurutmu tulisan ini menarik, mohon bantuannya untuk klik tombol tweet di bawah ini ya. Kalau ada kripik dan saran bisa langsung klik “show comment” di bawah ini.^^









Related Articles

1 komentar:

  1. kalo boleh tau nyari referensi ttg spesialis sosial media ini dimana ya bang? Mohon bantuannya bang. Terimakasih

    BalasHapus