In Arts and Poetry

Pheren Soepadhi - Photographer of The Year Hollywood 2013


Hollywood, telah menjadi surga bagi hampir semua insan kreatif untuk meraih cita-citanya.

Salah satu di antaranya adalah Pheren Soepadhi, Fashion Photographer muda Indonesia yang kini telah menjejakkan kakinya di Hollywood.

Setelah sempat di daulat sebagai Photographer Of The Year Hollywood 2013 oleh G.O.D Awards di Academy of Television Arts & SciencePheren kini masuk dalam jajaran Top 3 Nominee untuk RAWards Hollywood.

RAWards adalah sebuah event showcase tahunan dari indie artist oleh indie artist dan untuk indie artist yang diadakan di Amerika.

Event ini juga merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh RAWartist organization ( RAWartists.org ) , sebuah organisasi yang diinisiasikan oleh Heidi Luerra, seorang fashion designer dan entrepreneur yang banyak menemukan insan berbakat namun jarang sekali ter-expose oleh media. Berjalan sejak tahun 2005, RAWartist kini menjadi platform bergengsi tersendiri untuk menemukan dan mengasah bakat orang-orang kreatif dari seluruh dunia.


Pada tahun 2011, Heidi bertemu dengan Matthew Klahorst seorang Web Developer yang membuatnya terinspirasi untuk berkolaborasi menjadikan RAWartists.org sebagai online showcase untuk mempromosikan para indie artist baik melalui kegiatan online maupun offline.

Mengusung misi "Natural Born Artist", RAWartist memfasilitasi independent artist selama 10 tahun pertama mereka dalam menjalani karir global dengan  tools, resources dan exposure untuk menginspirasi dan memicu hadirnya kreativitas baru dari insan kreatif di seluruh dunia. 

Melalui RAWards, RAWartist.org memilih best of the best indie artist dari berbagai bidang kesenian termasuk  independent film, fashion, music, visual art, performing art, hairstylists, makeup artists dan lainnya.

Tak hanya itu, hadiah yang akan diterima para peraih RAWards pun tidak tanggung-tanggung, mulai dari exposure media hingga konsultasi dengan para expert artist yang juga telah mendunia. Lalu siapakah Pheren Soepadhi? Bagaimana perjalanannya sehingga mampu menembus Top 3 Nominee untuk RAWards Hollywood 2013 ini?

Yuk, Simak wawancara eksklusif sketchmagz.com bersama wanita kelahiran Jakarta ini:

S: Hai Pheren, apa kabar? Selain menjadi photographer saat ini kesibukannya apa saja sih?

Diriku lagi kurang baik, abis kecelakaan waktu shooting music video untuk salah satu artis pop di sini (USA-red) yang baru saja 2 bulan lalu masuk di majalah Billboard US. Kesibukan sekarang ini, karena aku masih pakai penyangga badan dan ga bisa motret, aku tetap menyibukkan diri jadi creative director.

S: Sudah berapa lamakah Pheren menekuni dunia fotografi? Kapan dan apa yang pertama kali membuat Pheren Jatuh cinta pada fotografi?

Menekuni dunia fotografi sejak awal 2007. Sebenarnya ga pernah kepikiran akan menekuni bidang ini, karena aku lebih tertarik di dunia fashion. 

Dan selagi aku belajar fashion, aku suka iseng jadiin dedeku, Uchi, sebagai kelinci percobaan hahaha… 

Aku jadiin dia sebagai 'mannequin' dan 'sulap' kain meteran jadi sebuah long dress dalam waktu kurang dari setengah jam hanya dengan jarum pentul dan setelah itu make up dan buat hair design untuk dia, dan motret, lalu kita iseng upload di Facebook. 

Dan ternyata dapet banyak respon dari teman-teman di Facebook. Dan mulai dari situlah aku dapet costumers, yang dimana dulu harga photoshoot aku cuma Rp. 150.000 dengan bekal kamera Canon 400D, kain meteran, jarum pentul, alat make up dan pergi ke Museum Kota karena gratis haha! 

Harga segitu uda mencakup semuanya loh! Dan memang karena akunya seneng banget kerjain semuanya sendiri, lalu aku mikir, kenapa enggak sekalian aja motret?

Dan sempat struggled di beberapa tahun awal, karena menurut orang-orang, karyaku agak terlalu 'Dark' jadi dapetin costumers tuh dulu agak susah tapi karena itu yang aku suka, aku pelan-pelan jalanin dan terus berkarya, ga putus asa walaupun misalnya dalam sebulan, aku hanya dapet 1 costumer. 

Dan akhirnya aku berhasil dengan ciri khasku yang kalau aku bilang Dark Elegant. Kadang mereka bilang Gothic

S: Selain fotografi, Pheren juga memiliki ketertarikan pada dunia Fashion, Make Up, dan Art Directing.  Apakah yang membuat Pheren juga tertarik pada bidang-bidang tersebut?

Aku memang suka fashion sejak masih duduk di High School, tapi papaku enggak setuju aku ambil fashion karena menurutnya aku harus bisa pakai computer karena dia enggak bisa. Jadi aku selama 3 tahun belajar Multimedia Arts itu agak terpaksa haha, yang dimana, akhirnya agak berguna juga karena aku dapet pelajaran basic photography. 

Yang membuat aku tertarik dunia Fashion, sejak sekolah dulu, aku suka koleksi majalah majalah Japanese Rock dan street stylenya, dan juga suka lihat designer favoritku, John Galliano di majalah fashion. 

Kalau Make up, aku memang orangnya suka eksperimen sendiri, jadi aku belajar make up otodidak dan pernah juga sampai masuk Top Ten di Gading Beauty Awards untuk Junior Makeup Artist. 

Kalau Art Directing baru gak lama, sejak aku di Hollywood, ada satu Video Director dari Sony Music di sini (US-red), Lourival Rodriguez, yang ngeliat kalau aku punya bakat jadi Art Director, dan dialah yang mulai ngasih aku kerjaan pertama kalinya untuk jadi Art Director untuk music video dan akhirnya aku terusin profesi ini, dan lumayan aku udah ngerjain beberapa music videos selama hampir setahun disini. 

Jadi Art Director kadang berat tanggung jawabnya itu kerjaannya mencangkup semuanya mulai dari atur konsep make up, hair-do, set decorating, fashion styling dan tentunya creative idea untuk videonya.

S: Pada November 2012, Pheren berinisiatif untuk mengukir karir di Los Angeles, apa sih motivasi utamanya ? Kenapa harus ke US?

November 2012 itu sebenernya aku dapat email dari pihak Raw Artists kalau aku masuk sebagai nominasi Photographer Of The Year Hollywood, yang dimana aku satu satunya orang Asia di situ dan compete dengan seluruh Photographer Hollywood sekitar 10,000 artists. Dan aku sempet gak mau ke Los Angeles , tapi karena dukungan mami dan temen-temen, jadinya aku pergi juga. 

Sebelumnya aku memang sudah sempet bolak-balik US untuk jalan-jalan dan juga dapet kesempatan untuk photo exhibition di Hollywood 2 kali karena aku ditemuin dari facebook page Pheren Photography oleh Director dari pihak Raw. 

Dan juga foto-fotoku sudah pernah di cover majalah di US dan juga tentunya untuk fashion editorial di majalah-majalah di sini (US-red) . Padahal selama aku motret di Jakarta, selama bertahun-tahun, jarang dapet editorial.

Dan di tahun 2013 ini aku menang Photographer Of The Year Hollywood 2013 yang diselenggarakan oleh G.O.D Awards di Academy of Television Arts & Science, tepatnya di bulan Juni lalu. Sejak itu aku lebih yakin untuk lanjutin karir di Hollywood.

S: Kini karya Pheren masuk dalam Top 3 Nominee untuk RAWards Hollywood, cerita sedikit dong, sejak kapan Pheren terlibat sebagai salah satu peserta RAWards?

Aku terlibat jadi peserta Rawards sejak tahun 2012. Dan tahun ini aku masuk nominasi lagi, pada tanggal 21 November semua nominasi harus buat photo exhibition di Hollywood dan di tanggal itu juga diumumin pemenangnya. Doain semoga aku menang ya! haha … 

S: Seperti apa konsep karya Fashion Photography yang Pheren ajukan untuk RAWards 2013 ini? Dan Apa yang ingin Pheren sampaikan melalui karya tersebut?

Konsep karya Fashion Photography yang aku submit untuk RAWards 2013 ini lebih ke Dark Victorian, aku dapat kesempatan untuk kolaborasi dengan Costume Designer dari Milan, Italy yang bernama Marzia Paparini

The interesting part is, all the models are not really models, mereka itu ballerina, music producer, actor, dancer, student, bar manager. Ini salah satu photoshoot yang I found it very challenging karena mulai dari model-modelnya, dan konsep dari Make Up hingga rambut yang enggak biasa, dan juga photoshoot di tengah hutan sampai jam 12 malam dan crew aku sempet denger suara beruang! 

S: Apa motivasi utama Pheren untuk mengikuti RAWards 2013? 

Motivasi untuk mengikuti rawards ini pastinya ingin jadi winner yah. Kalaupun enggak, aku juga tetap bersyukur karena udah di deretan nominasi yang dimana tahun ini kabarnya kita compete dengan 15,000 artists dan masuk Top 3 ini aku udah bener-bener bersyukur banget karena udah ngelewatin 2 tahap yaitu melalui online voting, lalu berlanjut dengan judges voting

Dan yang boleh partisipasi RAWards ini hanya untuk artists yang sudah pernah mengadakan pameran di Hollywood area pada tahun 2013. Kalau aku berhasil jadi winner, ini akan compete seluruh US di awal tahun depan. 

S: Dari sekian banyak hadiah yang ditawarkan RAWards 2013, apa sih yang Pheren paling inginkan? 

Aku tertarik untuk dapat kesempatan bikin solo photo exhibition di jantung kota Los Angeles dan juga pastinya untuk dapat konsultasi dari Photographer Expert di bidangku, dan masuk media-media di sini (US-red).

S: Jika pada akhirnya Pheren menjadi the 1st finalist of RAWards 2013, apa hal yang paling pertama sekali Pheren ingin lakukan?

Terus lanjut berkarya!!! :D 

Sampai sekarang belum punya kesempatan untuk buat masterpiece yang dimana aku udah punya plan untuk bikin gaun masterpiece-ku dan berikut jewelleries-nya dan kolaborasi dengan pro make up artist di sini dan buat solo photo exhibition

S: Usai RAWards 2013, apa rencana Pheren selanjutnya dalam meniti karir di dunia Fashion Photography?

Rencana kedepan, mau berpartisipasi di ajang awards - awards lainnya di Los Angeles, more photo exhibitions kalau dapat kesempatan, Dan juga lanjutin bisnis aksesoris dan clothing line-ku, Pheren Castle & PherenCouture yang sempet gak diterusin. 

S: Apa pesan Pheren untuk para fotografer yang juga tengah meniti karirnya di Indonesia atau di belahan dunia manapun?

Pesanku, choose a job that you LOVE and you will never have to work a day in your life. And Don't be afraid to fail, be afraid not to try. :)


Wanita cantik lulusan Raffles Design Institute, Singapore ini ternyata juga penggemar berat musik rock. Bermodal pada kepercayaan mimpinya, Pheren pun sempat menjadi official photographer untuk band rock ternama, Sepultura. 

Pheren pun kini memfokuskan dirinya untuk berkarir dan menetap di Hollywood, California, Amerika.

"setiap awal dari profesi apapun yang kita jalanin, pasti banget ada 'struggling moment' yang dimana kadang kita ingin give up , but DON'T ! Selama itu passion kita, kita harus percaya kepada diri kita sendiri kalau kita bisa dan terus belajar, jangan malu-malu tanya ke orang-orang yang memang expert di bidangnya, ataupun ambil courses, buka youtube, belajar dari buku, lihat sekitar karena kadang inspirasi datang dari sekitar kita" ujarnya menutup sesi wawancara bersama Sketchmagz.com.

Penasaran seperti apa karya Pheren Soepadhi yang tembus Top 3 Nominee RAWards Hollywood 2013? Intip dan dukung karyanya di sini ->> rawartists.org/pheren




Pheren tengah mengambil gambar untuk salah satu karyanya 

Pheren Soepadhi bersama Sepultura dan Ross Robinson



Hector David Jr, salah satu pemeran film Power Ranger, turut menjadi model Pheren















Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar