In Movie Story

Cinta Dari Wamena: Cinta yang Bisa Menyembuhkan Segalanya.




















HIV/Aids saat ini merupakan infeksi pembunuh nomer satu di dunia. World Health Organization (WHO) mengklaim saat ini ada 34 juta orang hidup dengan HIV/Aids. Mungkin itu baru yang terdata saja, kita tidak pernah tahu apakah data itu akurat? Dan apakah data itu sampai ke pelosok desa di Indonesia?

Jumlah data tersebut tentu akan bertambah, mengingat saat ini HIV/Aids belum ditemukan obat penyembuhnya. Kalaupun ada saat ini hanya sebatas mencegah virus HIV/Aids untuk berkembang biak dalam tubuh manusia, namanya Antiretrovival Therapy (ART). Kalau proses reproduksi virus HIV/Aids ini berhenti, maka sistem imun dalam tubuh manusia bisa bertahan lebih lama dan dapat melindungi pasien dari infeksi lain. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah menyediakan obat ini. Dan sekali lagi, menurut data WHO, hanya 54% penderita HIV/Aids yang memiliki akses terhadap ART. Bagaimana dengan sisanya?

Penyebaran HIV/Aids bisa dibilang sudah tidak bisa dibendung lagi. Kita dapat temui seks bebas di kota-kota besar dunia, maraknya pemberitaan pengguna narkoba yang memakai jarum suntik secara bergantian di televisi, sampai pemasangan tattoo pinggir jalan yang tak jelas sterilisasinya. Ini semua adalah tempat favorit muncul dan menyebarnya virus HIV/Aids. Mungkin masih banyak lagi cara penyebaran virus HIV/Aids, tapi yang pasti menurut Yayasan HIV/Aids Indonesia, bersentuhan secara fisik (bersalaman atau berpelukan), gigitan nyamuk / serangga, pemakaian fasilitas umum bersama (kolam renang, WC umum) dan terkena bersin dari penderita HIV/Aids TIDAK AKAN menyebabkan penularan dari virus HIV/Aids.

Banyak orang yang menganggap tabu akan hal HIV/Aids, makanya sering kita jumpai para Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) dijauhi dari lingkungannya. Karena dianggap virus HIV/Aids bisa menular lewat udara layaknya virus H5N1 (flu burung). Padahal sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa virus HIV/Aids tidak akan bisa tersebar melalui udara. Apakah penyebaran informasi kurang merata? Apakah media brosur dirasa kurang cukup penyampaiannya? Apakah kita hanya terus bertanya dengan melihat seperti saat ini tanpa melakukan apa-apa?

Kalian yang sudah membaca sampai sini dan merasa gerah, berbahagialah. Karena saat ini di Indonesia, sedang tayang film yang berjudul Cinta Dari Wamena. Sebuah film edukasi khusus untuk mengenal lebih jauh bagaimana virus HIV/Aids bekerja. Di mana warga Papua yang mayoritas buta huruf, dirasa masih kurang edukasi tentang HIV/Aids jika hanya melalui media brosur dll. Lasja F. Susatyo selaku sutradara dalam film Cinta Dari Wamena, merasa hanya lewat film manusia akan merasa lebih tersentuh dan lebih peka terhadap kejadian HIV/Aids yang sebenarnya.


Trailer Cinta Dari Wamena: 



Cinta Dari Wamena adalah film tentang 3 sahabat: Litius (Maximus Itlay), Tembi (Benyamin Lagowan) dan Martha (Madonna Marrey) yang ingin melanjutkan pendidikan ke kota Wamena, di mana mereka bisa bersekolah gratis. Mereka mempunyai mimpi untuk menjadi orang besar nantinya, bisa membanggakan suku dan masyarakat Papua. Akan tetapi gaya hidup bebas di Wamena membuat salah satu diantara mereka terinfeksi virus HIV/Aids, hal ini cukup menantang mimpi dan persahabatan mereka.

Dipenuhi oleh lawakan polos khas Papua yang berhasil menghidupkan suasana nonton di bioskop dengan tertawa lepas, membuat film Cinta Dari Wamena ini tak membosankan seperti kebanyakan film edukasi lainnya. Selain itu, masih ada akting natural para pemeran Cinta Dari Wamena yang selalu berhasil membuat kita menyimpulkan senyum kecil ketika mendengar mereka berdialog. Dan yang paling tidak bisa dilupakan ialah pemandangan alam Wamena yang diapit oleh pegunungan Jayawijaya, diekspos habis-habisan hingga tersaji di layar bioskop. Membuat kita seakan masuk di dalamnya, menghirup udara segar khas pegunungan sebelum kita benar-benar bisa terbang ke sana.

Satu hal lagi yang paling menarik dari film ini adalah sebagian keuntungan dari penayangan film Cinta Dari Wamena di bioskop, akan didonasikan untuk penanggulangan korban HIV/Aids di daerah Papua, khsusunya Wamena. Jadi, kapan lagi kita bisa nonton film sekaligus bersedekah untuk membantu saudara-saudara kita di timur Indonesia ini? Semakin banyak yang menonton film ini, semakin banyak juga donasi yang terkumpulkan.

HIV/Aids memang belum ditemukan obatnya, tapi CINTA bisa menyembuhkan segalanya. Cinta dari kita adalah obat yang paling ampuh untuk memberikan keyakinan bagi ODHA agar bisa hidup lebih lama. (JK)

Informasi lebih lanjut:
Cinta Dari Wamena di 




Related Articles

2 komentar:

  1. Ini film pasti nguras perasaan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat! Reccomended buat ditonton. :-) terimakasih telah berkomentar ya bro. :-)

      Hapus