DISCOVER MORE

[5]

Memahami Ciri Khas Content Marketing





Maraknya social media dalam beberapa tahun terakhir, tak sedikit bermunculan strategi periklanan dan marketing yang semakin inovatif dan tampil beda dari yang biasa kita nikmati di media televisi atau radio. Salah satu inovasi yang kembali marak, adalah terlahirnya kembali Content Marketing sebagai bagian dari Digital Marketing.

Secara benefit, Content Marketing dapat dimanfaatkan untuk mencapai peningkatan sales, cost savings, dan customer loyalty. Menggunakan Digital Media, content marketing dapat diterapkan pada media sosial, SEO / Web Traffic KPI, dan Digital Ads

Secara definitif, content marketing merupakan pendekatan strategis yang fokus dalam mencipta dan mendistribusikan cerita yang valuable, relevan dan konsisten dari sebuah brand kepada dan untuk menentukan potensi target market yang menguntungkan. 

Maraknya penggunaan Content Marketing di kalangan para pemasar sudah terjadi sejak abad ke-19. Meski demikian, penggunaan Content Marketing sudah terjadi jauh pada masa-masa sebelumnya. 

Pada tahun 1732, Benjamin Franklin memperkenalkan "Poor Richard's Almanack"  - sebuah almanak terdiri dari kalendar, catatan cuaca, karya sastra dan perhitungan astronomi yang, uniknya, dipublikasikan dengan tujuan untuk mempromosikan bisnis percetakan milik Benjamin. 



Dengan menempatkan konten yang menarik dan penggunaan grafika yang - pada masanya - terbilang inovatif, Benjamin Franklin menyisipkan value dan relevansi akan produk yang sesungguhnya ia jual: Percetakan. Meski demikian, hingga 1758,  "Poor Richard's Almanack" terjual sebanyak 10.000 eksemplar per tahun. Dengan konten yang menggabungkan hiburan (sastra, opini) dan fungsi-fungsi praktikal (perhitungan matematis, astrologi, catatan cuaca) almanak tersebut pun menginspirasi para penulis sajak, pemikir hingga para patriot pejuang koloni Amerika saat itu. 

Pada 1882, untuk meningkatkan awareness khalayak terhadap pentingnya akan kebutuhan listrik dan pencahayaan elektrik, Edison Electric Lighting Company mengeluarkan bulletin bulanan berisi sajak-sajak yang mengajak masyarakat membayangkan experience berbeda pada saat sebelum dan sesudah menggunakan pencahayaan elektrik. 



Bertahun-tahun kemudian, pada 1900, Michelin mempublikasikan "The Michelin Guides" sebuah buku saku 400 halaman yang berisi tutorial tentang bagaimana seorang driver / motorist dapat merawat dan memperbaiki kendaraan otomotifnya. Seiring meningkatnya permintaan pasar, buku saku ini akhirnya tidak hanya berisi segala hal seputar otomotif, namun diperluas dengan konten-konten seperti peta perjalanan, hingga lokasi hotel dan restoran terdekat yang dikemudian hari memiliki fitur - "Michelin Star" - dimana suatu restoran/hotel mendapatkan review ditandai dengan sejumlah bintang, menandakan kualitas dari hotel/restoran tersebut. "The Michelin Guides" kemudian tidak hanya dianggap sebagai salah satu content marketing yang ikonik namun juga merupakan inovasi dari bentuk pelayanan mandiri yang diberikan brand kepada customer - dikemudian hari dikenal dengan istilah self-service / swalayan.



Kemunculan Majalah, TV, Radio dan teknologi komputer mengubah content marketing menjadi strategi marketing yang memiliki kekuatan pada gaya bercerita. Menyampaikan value dari sebuah brand atau produk tanpa membuat target market merasa "ditawarkan" layaknya iklan biasa merupakan tantangan dasar pada content marketing dari masa ke masa. 

Yang dilakukan oleh Edison Electric pada tahun 1882, dilakukan kembali oleh Red Bull pada tahun 2007 (kemunculan Red Bulletin Magazine) dengan konsep dan kemasan yang lebih modern dan relevan. 

Kehadiran Digital Media membuat content marketing berevolusi menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna dan mudah diakses oleh target pasar. Procter & Gamble memanfaatkan potensi teknologi website dan media sosial dengan menyediakan blog pada situs brandnya - www.always.com (awalnya BeingGirl.com) di tahun 2008. Blog dan Forum tidak lagi menjadi wadah bagi komunitas hobbyist untuk berinteraksi, brand pun mendapatkan kesempatan untuk mengelola komunitas dengan menjadi bagian dari komunitas itu sendiri.

Media layar lebar pun turut berkontribusi dalam mengembangkan penggunaan Content Marketing. Lego Movie yang tengah hits, merupakan salah satu karya Content Marketing terbaik yang pernah ada. Setelah berhasil memuncaki box office Amerika dengan meraup 250M USD, Lego Movie tidak hanya menyuguhkan cerita yang menghibur anak-anak dan dewasa, namun juga berhasil menyisipkan meaningful value dari LEGO sebagai sebuah produk dan LEGO sebagai sebuah brand.



"Dengan membangun LEGO, anak-anak, remaja, hingga dewasa segala usia,memiliki dunia penuh kemungkinan. Ketika Anda menyentuh LEGO, Anda membangun skill, imajinasi, kreativitas dan yang paling utama, kemampuan problem-solving. Kami sangat yakin dengan misi kami, ketika kami berinovasi, kami memulainya dari core experience kami.” ujar LEGO CMO, Julie Goldin kepada Contently.com

Sebelum LEGO Movie ditayangkan, Lego melakukan crowdsourcing dan menggali insight mengenai apa yang dapat membuat customernya loyal terhadap brand. Lego kemudian menyadari bahwa customer tidak hanya menganggap Lego sebagai sebuah produk, melainkan sebagai perpanjangan dari imajinasi mereka terhadap hal apapun. Penerapan Content Marketing pun dimulai dengan membangun hubungan emosional audiens melalui media sosial. Hingga saat film tersebut ditayangkan, LEGO seakan menjawab kebutuhan customer dengan menyampaikan satu proposisi yang unik: LEGO - spirit of adventure.



Kekuatan dalam bercerita, merupakan ciri khas dalam Content Marketing. Secanggih apapun teknologi yang digunakan, seluas apapun jangkauan media yang dimiliki, jika kontennya sendiri tidak mampu menarik perhatian target market dengan kemampuan bercerita yang kuat, maka konten tersebut tidak akan mampu me-marketing-kan value yang diinginkan dengan baik.

Anda memiliki pertanyaan terkait penerapan content marketing untuk bisnis Anda? Layangkan pertanyaan Anda melalui kontaksultan@merahputih.id dengan menyebutkan nama dan instansi perusahaan Anda, saya akan memandu Anda untuk menerapkan formula terbaik dalam memasarkan bisnis Anda.

Memahami Ciri Khas Content Marketing Memahami Ciri Khas Content Marketing Reviewed by Sultan Kata Isnainsyah on Agustus 06, 2014 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Sultan Isnainsyah

Image Link [https://2.bp.blogspot.com/-YCJi1GHmLwY/Tmn4f6i46QI/AAAAAAAAGAg/Tq1NTRBtiRcPAmyF7ez0aaLiwbWXnLtmwCPcBGAYYCw/s200/442900_n.jpg] Author Name [Sultan Isnainsyah] Author Description [Digital Marketing Coach & Consultant | Digital Service Manager Indosat Ooredoo | Please put your feedbacks on comment section or email me to kontaksultan@merahputih.id] Twitter Username [sultankata] Facebook Username [Sultan Kata] Instagram Username [sultankata]