In Digital Marketing

LINE Mini Drama: AADC - Dari Digital Campaign Menjadi Top of Mind



Hati terlibat gundah, rasa penasaran itu berteriak, memotivasi alam pikiran untuk terus menggali apa kelanjutan dari kisah Cinta dan Rangga yang lama tak bertemu setelah belasan tahun. Itulah rasa yang berkecamuk dalam benak, hati dan jiwa penonton Mini Drama LINE - Ada Apa Dengan Cinta (AADC).

LINE adalah suatu aplikasi chat yang sedang ramai dibicarakan baru-baru ini. Produk asuhan NAVER dari Korea ini bukanlah satu-satunya aplikasi chat yang in tahun ini. 

Whatsapp, WeChat, dan KakaoTalk juga tengah bekerja keras merebut perhatian calon penggunanya di Indonesia. 

Pada saat pertama kali menjajaki Indonesia, LINE memiliki 10 juta pengguna. Dan dalam kurun waktu 2 tahun, LINE telah mengantongi lebih dari 30 juta pengguna. 

Naver diluncurkan pada bulan Juni 1999 oleh mantan karyawan Samsung, dan menjadi portal web pertama di Korea Selatan yang menggunakan sistem mesin pencari mereka sendiri. Salah satu di antara fitur Naver adalah "Comprehensive Search" (Pencarian
Komprehensif), yang diluncurkan pada 2000, yang menampilkan hasil dari berbagai kategori dalam satu laman. Dalam Mini Drama LINE - AADC, produk Naver - LINE tampak menyuguhkan kemutakhiran dari fitur terbarunya: LINE Alumni, dimana pengguna dapat mencari teman sesama pengguna LINE yang memiliki kesamaan data histori - satu SMA, atau satu angkatan saat kuliah.

Meski LINE dan KakaoTalk sama-sama merupakan aplikasi media sosial yang berasal dari Korea, Mini Drama LINE, membuatnya distinct dari aplikasi lawannya. Meski secara fitur tidak jauh berbeda, namun, LINE mengambil langkah cerdas dengan memahami behaviour dari calon penggunanya di Indonesia. LINE menemukan satu kesamaan calon pengguna di Indonesia dengan pengguna setia mereka di Korea, Drama. 

AGBNielsen dalam laporan tahunannya menyatakan bahwa penonton series drama (Sinetron) di Indonesia masih menduduki rating 9,3 dengan indeks 164. Ditambah lagi, AADC merupakan salah satu film drama terlaris dalam sejarah perfilman Indonesia.

Tema percintaan dan persahabatan zaman putih-abu-abu yang ringan dan mudah terhubung dengan para penontonnya membuat Ada Apa Dengan Cinta meraih 2.700.000 penonton pada tahun 2002 silam. 

Dengan trend-nya Drama Korea di Negeri Ginseng itu sendiri, konten drama menjadi pilihan yang dirasa relevan dengan kehidupan sosial market yang disasar.

Di sisi lain, pengguna aplikasi social media chat yang 'melek' teknologi adalah market usia remaja (15-20) dan dewasa (20-35) - yang tadinya sangat efektif dijangkau oleh televisi antara tahun 2005 hingga 2008, mulai meninggalkan tayangan televisi sejak tahun 2009.

Sejak tahun 2010, 72% lebih remaja menghabiskan lebih dari satu jam untuk Internet, sementara sebanyak 47% lebih dewasa muda (20-29 tahun) menghabiskan antara satu hingga dua jam berselancar. Di Amerika, 57% lebih dari konsumen bahkan menonton TV sambil menggunakan Internet. Dengan kata lain, konsumen semakin memiliki kekuatan untuk memutuskan media apa yang akan mereka konsumsi. Perkembangan teknologi smartphone semakin memudahkan pengguna untuk mengonsumsi media dan berbagi rasa melalui ujung jari. 

Head of Marketing Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di Asia Pasifik. Dari hasil survey Google, pengguna di Indonesia mayoritas menonton YouTube melalui ponsel pintar dengan durasi rata-rata selama 30 menit.

LINE menciptakan suasana pertemuan alumni karakter AADC dengan kisah yang terintegrasi dari kanal personal media sosial masing-masing karakter hingga audio-visual story telling yang dikemas secara apik melalui kanal Youtube LINE 

3 Minggu sebelum kisah audio-visual ditayangkan, setiap karakter utama dalam kisah AADC memposting keseruan mereka jika terjadi reuni. 


Momen-momen kecil nan penuh arti melekat di benak audiens dewasa muda yang memiliki relevansi kuat dengan kisah AADC pada 2002 lalu. Sebagian dari mereka menonton drama tersebut dengan momen-momen berharga seperti hari pertama mengajak pacar nonton di bioskop, menggujingkan kisah yang difilmkan dengan sahabat-sahabat di sekolah, yang kini pun sudah menjadi kolega di kantor atau bahkan rekan bisnis. Sebagian lagi memicu kenangan lama dengan mantan atau bahkan sekedar suka sama suka namun tak sempat terujar kata cinta. 

Momen reuni menguat di perasaan calon pengguna. Rasa penasaran pun menggelinjang, mengingat kisah AADC masih memendam rasa yang tak pernah tersampaikan. "Gimana ya jika AADC ada lagi", "Kalau Rangga ketemu Cinta lagi, bakal kayak gimana ya", "Wah jadi ingat jaman sekolah dulu" "Waah kangen nonton kalian lagi" - berbagai opini pun terlontar di comment box. 

LINE menangkap momen ini dengan melakukan integrasi konten pada setiap kanal media sosialnya. 



Mendekati hari H campaign, LINE meluncurkan teaser melalui aplikasinya.




Trailer Mini Drama pun ditayangkan pada televisi nasional dan Google Display Network

Setiap pengguna internet membuka laman utama Youtube, Rangga dan Cinta siap memberi kejutan dan menuangkan rasa penasaran. 

Pada 6 November 2014, LINE Mini Drama - Ada Apa Dengan Cinta, resmi ditayangkan pada kanal Youtube LINE Indonesia. Sontak, konten mini drama ini meraih 2,8 juta penonton dalam 4 hari.

LINE pun menyediakan LINE Sticker Gratis dan mini games bagi pengguna yang ingin terlibat dalam momen reuni ini lebih intens.





Hasilnya? Tak sedikit pengguna internet merasakan emosi yang disampaikan campaign ini dan menuangkannya dalam berbagai bentuk kreativitas.

Memes:




Status Updates:




Hingga video parodi yang juga ditayangkan di Youtube:



Hasil dari pengamatan social media monitoring - Topsy - menunjukkan campaign LINE Mini Drama - AADC meraih lebih dari 1,610,000 tweets, 1,000 Facebook post,dan 20,000 
instagram post dalam kurun waktu 1 bulan. Selain sempat menduduki posisi Trending Topic di microblogging platform, Twitter, "AADC", "Rangga", dan "LINE Mini Drama" menjadi kata kunci yang ramai dicari dan diperbincangkan selama November 2014.



Bahkan Brand lain pun turut melibatkan diri: 




Digital Marketing Campaign LINE berevolusi menjadi trend yang tak hanya menguntungkan LINE dari sisi awareness, namun juga membuat LINE menjadi top of mind dari brand kompetitornya. 

Belajar dari kesuksesan content Mini Drama AADC, LINE tak lama lagi pun berencana meluncurkan konten video series bertajuk "Nic & Mar" - dimana Nicholas Saputra dan Mariana Renata dipertemukan dalam kisah stripping berdurasi 6 hingga 7 menit dan memiliki kesinambungan antar episode. 

Akankah strategi ini membuat LINE dapat mengimbangi kesuksesan Campaign Mini Drama AADC? 

Layangkan pendapatmu melalui comment box di bawah artikel ini. 




Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar