In Brand Story

Digilive - Inovasi Bisnis Musik Di Era Digital





Menikmati konser musik adalah pengalaman yang tak 'kan bisa tergantikan. Melihat langsung aksi musisi idola, merasakan basahnya hujan saat kita berlonjak ria merasakan hype musik pada klimaksnya, hingga lembutnya genggaman sang kekasih yang menikmati suasana bersama kita, sungguh tiada duanya. Namun, apa yang bisa kamu lakukan pada saat konser yang ditunggu kamu tengah berhalangan, atau malah berada di negara yang berbeda? 

Di saat perusahaan musik dan label lain tengah merombak berbagai business model untuk menemukan jalur baru untuk membenahi industri musik, sebuah perusahaan kecil di London menemukan cara jitu untuk menjawab pertanyaan tersebut. 

Melihat tren bisnis musik yang berjalan adalah servis berupa katalog digital seperti iTunes, Deezer atau discovery mode seperti Pandora dan Last.fm, Awdio.com melihat bahwa pengalaman tak tertandingi dalam menikmati musik adalah saat dimainkan secara live, baik pada saat konser, ataupun pada saat bermain gig di sebuah club, restoran atau hotel. Belum lagi jika melihat potensi pada festival musik dan dunia hiburan malam. 




Bekerjasama dengan lebih dari 50 music hotspots di London, Paris, hingga San Francisco, Awdio.com menyediakan layanan menonton Live Music melalui platform secara Real-Time. Dan tentu saja, dengan kualitas sound yang tidak kalah seru pada saat kita benar-benar menikmati konser atau live performance di suatu tempat.

Penggguna cukup melakukan registrasi pada situs, lalu dapat melakukan browsing dan memilih music hotspots yang diinginkan dan atau memilih band serta musisi mana yang ingin ditonton.

Business Model yang dijalankan pun cukup sederhana, pengguna dapat menjadi subscriber dan mendapatkan unlimited access pada semua fitur yang ditawarkan.  Dengan menjadi subscriber, pengguna dapat menikmati Free-Ad musical experience, personal space - dimana pengguna dapat mengunduh dan membuat koleksi lagu atau konser pilihan, juga mendapatkan notifikasi berdasarkan geo-location tentang siapa saja musisi yang tengah happening di sekitar area pengguna. 

Dari sisi Business to Business, Awdio juga memiliki exclusive partnership dengan beberapa promotor dan musisi, sehingga mereka pun dapat memiliki dashboard khusus untuk menayangkan performa yang diinginkan ke hadapan pengguna.

Di Indonesia, Business Model serupa juga dapat ditemukan pada sebuah startup bernama DigiLive. Melalui www.digilive.co.id, startup ini mencoba menampilkan video konser dari musisi lokal secara live streaming.

Mulai dikembangkan sejak 2012 lalu, bisnis yang dikelola oleh Digitama Group telah bekerja sama dengan banyak grup musik dan penyanyi lokal meski sebagian besar diantaranya adalah musisi indie.

Berbeda dengan Awdio, melalui Digilive, pengguna dapat mengikuti agenda musisi tertentu melalui fitur Live Schedule. Digilive menginformasikan nama musisi, tanggal, tempat, dan waktu konser yang akan ditayangkan secara live streaming. Platform ini juga memiliki mobile app yang dapat diunduh melalui Android dan iOS. 




Pengguna juga dapat mengoleksi musik dari musisi favorit dengan mengintegrasikan akun yang dimilikinya di DigiLive ke sebuah e-store musik DigiBeat - yang juga dikelola oleh grup perusahaan yang sama.

Meski telah memiliki sekitar 10.000 member terdaftar, namun kehadiran DigiLive sebagai startup digital di bidang musik bukanlah satu-satunya, sudah ada beberapa startup di bidang musik yang mengandalkan video sebagai konten utamanya, seperti Sounds From The Corner atau Heartbreakstation.tv. 





Inovasi seperti apa lagikah yang possible, applicable dan do-able untuk dilakukan oleh DigiLive dalam waktu yang akan datang untuk tetap relevan dengan kebutuhan musik di tengah gempuran teknologi digital?

Kamu memiliki ide atau bahkan menemukan masalah tersendiri sebagai penikmat musik di era digital? Yuk, ceritakan pengalamanmu menikmati musik secara digital melalui comment box di bawah ini.

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar